Filled Under: , ,

HOUL KE 88 AL-MAGHFURLAH KH. ABDUL GHOFUR (KYAI SEPUH ) GENTONG PASURUAN



Haul Ulama' yang  Subtansinya adalah untuk  'mengenang'  kembali seorang ulama ( yang sudah Wafat ) dalam biografi ataupun tradisi yang sering dilakukan oleh warga Nahdliyin dalam mengadakan haul ulama dengan menyebutkan kisahnya selama hidupnya adalah untuk 'meneladani keshalehannya'

KH. ABDUL GHOFUR (Kyai Sepuh)  yang merupakan Seorang Ulama'  yang  'Alim , Zuhud , waro' dan banyak mempunyai Karomah  , diperingatai Haulnya setiap tahun dibulan Jumadil Ahir  yang kali ini merupakan Haul ke-88  wafat Beliau  ,  haul yang dilakukan untuk mengenang dan bisa memberikan keteladanan Keshalehan Beliau juga diharapkan bisa memberikan Barokah bagi Keluarga (Dzurriyah ) dan Kaum Muslimin yang mengikuti Acara Houl Beliau ,

Houl yang diaadakan  di Masjid Jami’ Al-Ghofuriyah Jl. Kyai Sepuh Kel. Gentong Kec. Gadingrejo Kota Pasuruan.  pada hari Ahad 17 Desember 2023/04 Jumadil Ahir 1445 ,  dengan rangkaian  acara yang sehari sebelumnya (sabtu 16/12/23)  diawali pagi hari  dengan Khotmil Qur'an Bil Ghoib di jam 06:00 WIB di Masjid Al-Ghofuriyah dan dilanjutkan Khotmil Qur'an bin Nadhor di Makam Al-Maghfurlah di Sore hari jam 18:00 WIB ( ba'da Sholat Maghrib ), 

Pagi hari di hari Ahad jam 06:00 WIB diawali dengan Pembacaaan Sholawat (Majlis ) Diba'i yang dipimpin oleh Habib Ahmad Idrus dan dilanjutkan dengan Khotmil Qur'an berjama'ah (per Juz)   baru Jam 08:00 WIB acara Haul dilanjutkan dengan Pengajian (Majlis Ta'lim) Peringatan Houl ke 88 Al-Maghfurlah Al-Arifbillah  KH Abdul Ghoffur (kyai Sepuh ) dengan Acara dikemas dalam empat (4) acara yaitu   Pembukaan , Pembacaan Ayat-ayat Suci Al-Qur'an , Sambutan-sambutan dan Majlis Ta'lim  , demikian disampaikan oleh Pembawa Acara pada Acara Haul tersebut 

Acara pembukaan yang dibuka dengan bacaan surah Al-Fatehah yang dipimpin langsung oleh pembawa
Acara dilanjutkan dengan Acara Pembacaan Ayat-ayat Suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh Ust. Bashori yang membacakan Surah Fussilat (41) ayat 31-33 yang menceritakan keutamaan orang-orang yang menyeru kepada Alooh dan beramal Sholeh   dan Surah Yunus (10) Ayat 62-63 yang menyebutkan  Wali-wali Alloh yang tidak ada Kekhawatiran dan td pula bersedih hati 

Surah Fussilat (41) ayat 31-33

نَحْنُ اَوْلِيَاۤؤُكُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِ ۚوَلَكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِيْٓ اَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَ ۗ

نُزُلًا مِّنْ غَفُوْرٍ رَّحِيْمٍ ࣖ

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

(31) Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.
(32) Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
(33) Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”

Surah Yunus (10) Ayat 62-63

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَۗ

(62) Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
(63) (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.

ACARA SAMBUTAN-SAMBUTAN 



Selesai Acara pembukaan dan pembacaan Aya-ayat Al-Qur'an rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dengan pertama sambutan dari Ketua Panitia peringatan Houl ke-88 yang disampaikan oleh Ust. H. Lutfi bin H. Anshori yang juga masih merupakan Dzurriyah dari Majlis Keluarga KH. Abdul Ghofur (kyai Sepuh) 

Beliau yang dalam sambutannya menyampaikan Tasyakur dan ucapan terimakasih pada Donatur dan seperti layaknya sambutan panitia yang juga mengucapkan permohonaann maaf atas penyambutan dan penghormatan yang terbatas 


Sambutan Selanjutnya yaitu sambutan dari Perwakilan Dzurriyah Al-Maghfurlah KH. Abdul Ghofur yang disampaikan oleh Ust. Mulham Khoiri yang menyampaikan harapan agar diberikan Kesehatan Jasmani dan Kesehatan Rohani dengan mendapatkan Barokah dari Acara Houl Al-Maghfurlah Kyai Sepuh. karena Beliau (Kyai Sepuh) merupakan Min jumlatil Auliyaillah yang soheh Sanat Ilmu dan Amaliahnya , 

Dalam sambutannnya beliau menyampaikan beberapa hal antara lain :
  • Kisah Imam Ghozali yang ditanya oleh muridnya yang menanyakan sesuatu yang belum diketahui Beliau (Imam Ghozali) dalam kitab  " Buqyatul Mutarossidin " yang menceritakan pentingnya Guru yang Ahli dan Bersanat jelas 
  • Kyai Abdul Ghofur merupakan Orang yang Alim dan minjumlatil Auliyaillah dengan sanat ilmu yang jelas dan patut diharapkan menjadi Guru ( mengakui menjadi Guru ) dan dapat Barokah dari Beliau
  • Kyai Abdul Ghofur dan Syaikhona Kholil bangkalan merupakan teman sesama santri 
  • Diberikan Ijazah dari Dzurriyah KH. Kholil dg Ijazah Rizki yang Barokah dengan membaca " Assalamu'alaina wa'ala ibadillahissholihin dan dilanjutkan baca surat Al-Ikhlas " ketika memasuki Rumah 
Gambar 1 Gambar 2



Acara Sambutan selanjutnya adalah Sambutan dari Walikota Pasuruan Drs. H. Saifulloh Yusuf yang karena hingga selesai acara sambutan sebelumnya belum datang , Acara dilanjutkan dengan Mauidhotul Hasanah yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Imam Prayogo  dan baru setelah Beliau sambutan atas nama pemerintah Daerah Pasuruan tersebut disampaiakan .

Sambutan dari Walikota Pasuruan yang saat ini Beliau diberi Amanah juga  menjadi Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdhlotul Ulama' (PBNU) , yang langsung didampingi oleh habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf  yang akan menyampaikan Mauidhotul Hasanah berikutnya , dalam sambutannya Walikota yang sebelumnya menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur ini  menyampaikan pentingnya diraih keberkahan dalam setiap menghadiri acara-acara Houl disamping menyampaikan keberhasilan mengelola pemerintahan disamping memohon  Do'a agar segala masalah yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik 
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4














ACARA MAJLIS ILMU ( PENGAJIAN )


Acara Majlis Ilmu dengan Mauidhotul Hasanah oleh Prof. Dr. KH. Imam Prayogo M.Pd bin KH. Hasan Muchrodji dari Malang , beliau yang merupakan mantan Rektor  Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang dan saat ini menjadi Ketua Yayasan UNHASY Pesantren Tebu-Ireng Jombang dan menjadi Anggoto Pembina UNISMA Malang memberikan Mauidhoh dengan beberapa hal antara lain : 
  • Manusia terdiri dari Jasmani dan Rohani , Jasmani tidak ada kekuatan apa-apa jika tidak ditopang oleh Rohani . Jasmani bisa  Mati tetapi Rohani tidak akan Mati dan tetap hidup hingga Nanti . seperti cerita Beliau yang bisa bertemu dalam mimpi dengan KH. Abdul Chamid Pasuruan yang dulu pernah Tabaruk ke KH. Abdul Ghoffur (Kyai Sepuh) memberikan pembenaran atas langkah Beliau yang memasukkan Pesantren dalam Pendidikan Tinggi Formal 
  • Haul dilakukan karena kesadaran bahwa Rohani tidak pernah mati , disadari atau tidak ini berlaku juga bagi yang tidak mempercayai Agama 
  • Rohani seperti juga Jasmani dan juga mengalami "Sakit" . Penyakit Rohani jauh lebih dari penyakit Jasmani , Penyakit Rohani menimbulkan resiko hari ini dan masa akan datang (tidak mati-mati )   ada 17 penyakit Rohani yang ada pada diri kita semua .  
    • Penyakit  Utama  ada 4 pantang Kelintasan yang menjadi penyakit Utama yaitu 
      1. Anasir Angin yang tidak mau kelintasan 
      2. Anasir Air yaitu Pantang direndahkan
      3. Anasir Tanah yang pantang kekurangan  , dan 
      4. Anasir Api yang mempunyai Sifat tidak mau kalah 

    • Ada 10 Penjakit yang timbul jika 4 utama diatas tidak diatasi yaitu Penyakit 1. Ajib (merasa heran terhadap diri sendiri )  2. Riya' 3. Takabbur 4. Iri  5. Dengki  6. Tamak , 7. Fitnah  8. Loba dan Sombong
    •  Jika 14 tidak teratasi maka akan Ada 3 penyakit yang berkembang yaitu  1.Suka Dendam , 2. Suka Permusuhan dan 3. Suka Merusak 

  • Obat dari 17 penyakit yang ada dalam Rohani Manusia bisa diatasi dengan 17 Roka'at Sholat yang dilakukan setiap hari dengan tambahan dilakukan Puasa , Sholat Sunah , Zakat/Infaq/Shodaqoh , Sholat yang bisa yang menghilangkan semua adalah Sholat yang " Khusu' " yaitu Al-Baqoroh (2) Ayat 45-46  " orang-orang yang menyakini , bahwa mereka akan menemui Tuhannya 
  • Penyakit Rohani bisa dicabut dengan Sholat yang Khusu' yang bisa menghadirkan Tuhan dalam Sholatnya yang juga bisa dilakukan dengan hadir di Rumah Tuhan ( Baitulloh ) bisa juga dengan menghadirkan yang bisa menunjukan Kehadiran Alloh S.W.T  melalui Rosul nya (Rosululloh) seperti dijelaskan dalam Surah Al-A'rof  (03) Ayat 43  , Surah Shood (38) Ayat 46-47 
Gambar 1 Gambar 2

Acara berlanjut dengan Mauidhotul Hasanah selanjutnya oleh Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf dari Pasuruan , seorang Habib merupakan putra sulung dari Habib Hasan Assegaf.  yang di Jami’ah Nahdalatul Ulama Kabupaten Pasuruan Beliau sebagai .Wakil Rais Syuriyah PCNU , 

Dalam mauidhoh tersebut Beliau menyampaikan beberapa hal antara lain:

  • Biografi KH Abdul Ghoffur (Kyai Sepuh) merupakan teman sesama santri dengan Syaichona Kholil bin Abdul Latif Bangkalan  yang mondok di Keboncandi Pasuruan dan Beliau mengajarkan kitab-kitab yang cukup besar (misalnya, Kitab jalalain , mahalli , Fathul Mu'in , Fathul Wahab dll ) bahkan santrinya sampai di banyuwangi dan terahir hidupnya beliu diberikan cobaan "Buta /Ghorir " namun tetap melanjutkan mengajar hingga beliau wafat 
  • Dalam " Kitab Kifayatul Atqiya wa Minhaj al-Ashfiya' karya al-`Ala- mah Abu Bakr as-sayyid al-Bakri ibn as-sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathiy   " menyebutkan banyaknya "Toriqoh/ jalan orang Mulya itu banyak caranya yang Salahsatu Toriqoh yaitu mengajar Ilmu/mendidik Masyarakat . Toriqoh ini merupakan jalan yang utama (Afdhol) dan Agung. dan Mereka yang menjalani Toriqoh ini adalah Wali min Auliyaillah yang karomahnya tertutup dengan Ilmunya .termasuk juga dengan Kyai Abdul Ghofur (Kyai sepuh) yang menjalankan Toriqoh dengan mengajar Ilmu
  • Banyak Jalan Toriqoh yang diupayakan untuk bisa menjadi waliyulloh seperti sifat sabar menghadapi setiap coba'an dari Alloh dan ikhlas dengannya , bisa juga Jalan Toriqoh dengan Ilmu yang dimiliki yang  ini merupakan Toriqoh yang mampu menghantarkan seseorang dalam kemuliyaan 
Gambar 1 Gambar 2

Acara Selanjutnya dengan Mauidhotul Hasanah ke Tiga yang disampaikan oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus dari Surakarta , Jawa Tengah , 

Beliau yang merupakan pimpinan majelis ilmu dan dzikir Ar-Raudhoh, Surakarta, Jawa Tengah tersebut adalah  putra pertama dari pasangan Muhammad Alaydrus dengan Luluk Al-Habsyi. Beliau yang pernah mondok di Pesantren Darul Lughah wad Dakwah, Raci, Pasuruan. tersebut datang selang beberapa lama setelah Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf menyampaikan Mauidhohnya sehingga waktu senggang menunggu Beliau oleh panitia diisi dengan pembacaan Sholawat  sambil memberikan kesempatan bagi jama'ah untuk memberikan Infaq , shodaqohnya. 

Beliau yang dari Solo namun karena ada Acara Beliau berangkat ke Pasuruan berangkatnya dari Jakarta dan terlambat 15 Menit dari 
 
Dalam Mauidhohnya beliau menyampaikan beberapa hal antara lain :
  • Sabda Rosululloh ﷺ  " Jika kalian melewati salahsatu Taman Surga maka Berhentilah dan Nikmati taman surga itu , yaitu  Orang-orang yg duduk berdzikir dan membuat kelompok Jama'ah Dzikir , Orang-orang yang duduk mencari Ilmu " demikian Sabda nabi yang menunjukan keutamaan majelis Dzikir dan Majelis Ilmu , dan Acara Haul yang diadakan saat ini merupakan taman-taman surga tersebut , 
  • Majlis Ilmu merupakan tempat yang membawa kebahagian yang disitu Alloh SWT menyiapkan benteng-benteng  menghalau permasalahan-permasalahan dunia , yaitu Majlis Ilmu yang seperti Majlis Ilmunya nabi dan penerusnya hingga saat ini yaitu Majlis Ilmu para Ulama' yang mengutamakan sifat Majlis yang Suaranya tidak ada yg lebih tinggi dari suara Majlis ilmu tersebut dan Khusu' hingga diumpamakan jika ada burung bertengger diatas kepala seseorang maka  burung tersebut tidak sadar jika itu adalah kepala manusia 
  • Ilmu adalah "Cahaya" jika dia masuk kedalam hati maka hati akan Lapang dan Luas yaitu jika kita mendengar/mempelajari dan mengamalkannya maka hati Jadi Luas , Ilmu  bukan hanya pengetahuan yang cuma dibaca, yang ditulis dan dihapalkan (jika hanya pengetahuan itu maka  Google / Gadget lebih Alim dari Semua Ulama' ) tapi juga ada Barokah disana 
  • Ilmu yang merupakan cahaya harus dimasukan kedalam hadi dengan " mencari Ilmu (Tholabul Ilmi ) " dengan Hadir/Liqo' sehingga disitu ada proses memberi dan menerima dari hati ke hati dengan prantara dari mata ketemu mata 
  • Kebarokahan Ilmu adalah hal utama dalam Ilmu dimana hal tersebut dapat dicari  dengan Berhidmat/Ngenger dengan sang Guru/Ulama'  ( cerita Nabi Musa dengan Nabi Khidir dan Ashabul kahfi ) , bahkan kadangkala dengan Kebarokahan tersebut ilmu (pengetahuan ) akan masuk semua ke hati tanpa belajar yang dikenal dengan " Ilmu Laduni "
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4







Rangkaian acara Peringatan Houl ke 88 Al-Maghfurlah Al-Arifbillah  KH Abdul Ghoffur (kyai Sepuh ) hari ini setelah Sambutan-sambutan dan Mauidhotul Hasanah , Acara dilanjutkan dengan pembacaan Yasin &  Tahlil yang dipimpin oleh Habib Hadi bin Abdul Qodir Assegaf dan dilanjutkan Do'a yang menutup Rangkaian peringatan haul tersebut dan dilanjutkan dengan Ramah tamah dan sholat Dzuhur berjama'ah . 

Gambar 1 Gambar 2





Wallohu A'lam Bissowab

والله أعلمُ بالـصـواب 
“Dan Allah Mahatahu yang benar atau yang sebenarnya”. 
Script

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Komentar yang sekaligus sebagai Informasi dan Diskusi Kita , Bila Belum ada Jawaban Akan secepatnya ditindaklanjuti